Mari kita berbuat sesuatu untuk Indonesia, sesuatu yang mampu mengubah, meski harus menunggu sepuluh dasawarsa, tunjukkan semangatmu, berikan juangmu, demi generasi ke generasi, Sekarang ini.
Tampilkan postingan dengan label Jawapos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawapos. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 September 2016
Kejutan Jokowi di Shanghai
Oleh DAHLAN ISKAN
Senin, 05 September 2016 07:27
INI baru untuk kali kedua saya melihat langsung penampilan Presiden Jokowi. Sabtu, 3 September lalu. Di Shanghai. Dalam forum pertemuan dengan masyarakat Indonesia. Di sela-sela acara presiden yang padat menghadiri KTT G20 di Hangzhou, satu jam naik kereta peluru dari Shanghai.
Yang pertama terjadi setengah tahun lalu, saat presiden menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional di Lombok.
Yang pertama terjadi setengah tahun lalu, saat presiden menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional di Lombok.
Menantu di Tengah Banyak Kontradiksi
Oleh DAHLAN ISKAN
Senin, 11 Juli 2016 05:20
”JABATAN” utamanya adalah menantu. Tapi, di mata Donald Trump, Jared Kushner melebihi ketua tim pemenangan pemilunya.
Mungkin Jared juga tidak mau namanya tertulis sebagai tim kampanye. Secara formal. Tapi, dialah yang serba menentukan.
Jared Kushner, 35 tahun.
Muda, tinggi, ganteng, atletis, dan kaya raya. Sejak sebelum menjadi menantu orang kaya.
Kamis, 08 September 2016
Pengampunan Pajak dengan Sedekah Krishi Kalyan
Oleh DAHLAN ISKAN
Senin, 04 Juli 2016 05:30
”KALAU uang gelap yang lari ke luar negeri itu bisa ditarik semua,” katanya waktu kampanye dua tahun lalu, ”dan uang itu dibagi rata untuk penduduk negeri, setiap orang akan dapat bagian 2 juta.”
Itulah isi kampanye pemilu dua tahun lalu. Yang sangat menggoda pemilih. Terutama pemilih miskin yang mendominasi suara. Rakyat jelata sangat suka padanya. Membayangkan segera dapat uang 2 juta rupee itu.
Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding
Oleh : Dahlan Iskan
Senin, 27 Juni 2016 05:00
Hilangkan kebencian! Kata Mohed.
Sekian puluh tahun kemudian, Mohed, yang waktu kecil dididik dengan penuh kebencian, memiliki lebih dari seratus perusahaan. Di seratus negara.
Menarik: dia orang Syria. Suku Badui. Yang dulu hidup berpindah-pindah di padang pasir. Kini Mohed tinggal di Prancis Selatan.
”Itulah kunci sukses saya,” ujar Mohed Altrad yang tahun lalu terpilih sebagai World Entrepreneur of the Year di Monaco.
Pengakuan dari Tangis dalam Pelukan
Oleh Dahlan Iskan
Senin, 20 Juni 2016 05:00
Awalnya Donald Trump seperti mendapat senjata baru: seorang beragama Islam menembaki orang Amerika di sebuah night club bernama Pulse di Orlando.
Penembakan di Minggu dini hari itu membuat 49 orang tewas. Sangat mengejutkan sekaligus wow: terbesar dalam sejarah Amerika untuk sebuah penembakan yang dilakukan satu orang.
Senin, 13 Juni 2016
Di Saat Ali Meninggal, Komedi Tidak Mati
Oleh DAHLAN ISKAN
Senin, 13 Juni 2016 05:10
Muhammad Ali sudah pergi.
Tapi, dia tidak pernah meninggal.
Itulah kata penutup yang manis dari sambutan seorang komedian terkemuka Amerika Billy Crystal.
Dia bukan hanya pemegang 33 award di bidang komedi, tapi juga dianggap adik sendiri oleh almarhum Ali.
Jumat, 10 Juni 2016
Bantah Perusahaannya Akan Ditutup, Blackberry Kenalkan Dua Ponsel Android
Kamis, 09 Juni 2016
Negeri Praktik - Oleh RHENALD KASALI
Kamis, 09 Juni 2016 05:00
PADA pengujung Mei 2016, empat anak kelas IV SD di Lamongan, Jawa Timur, nekat membakar seluruh rapor siswa kelasnya yang belum dibagikan gurunya. Mereka membakarnya di ruang kelas.
Alasannya, mereka kesal karena nilai-nilai yang tercantum di rapornya (mungkin) bakal jelek. Karena penasaran, sayagoogling untuk mencari informasi soal ini.
Senin, 06 Juni 2016
Humor Tinggi dan Marahnya Seorang Presiden Santun
Oleh Dahlan Iskan
Senin, 06 Juni 2016 05:00
Presiden Obama kembali jadi pelawak. Di depan forum tahunan wartawan Washington bulan lalu, gelak tawa tidak habis-habisnya. Seperti setahun sebelumnya: setengah jam pidato tepuk tangannya lebih dari 70 kali.
Rabu, 01 Juni 2016
Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan
Senin, 30 Mei 2016 07:15
Oleh : Dahlan Iskan
Kini ada banjir yang tidak mengenal musim: banjir informasi. Ada semangat yang terus kian tinggi: semangat membuat grup di media sosial. Itulah gejala baru pada zaman media elektronik sekarang ini. Ada baiknya, ada bahayanya. Dan yang pasti banyak repotnya. Dan sering low batt-nya.
Labels:
Dahlan Iskan,
Goresan Pikiran,
Jawapos,
Koran
Jumat, 27 Mei 2016
Penis Baru dengan Harga Bermiliar
Senin, 23 Mei 2016 05:10
oleh DAHLAN ISKAN
SUKSES ini begitu penting di Amerika. Sukses uji coba transplan penis. Jadi salah satu berita terpenting. Sebab, begitu banyak tentara yang rusak kemaluannya di medan perang. Utamanya di Afghanistan, Iraq, dan sekitarnya. Mereka adalah orang-orang perkasa. Masih muda. Belia. Banyak yang baru 20 tahun. Kuat-kuatnya. Meski tidak mati, tanpa penis bisa ganda penderitaannya: fisik dan psikis.
Lewat E-Commerce , Pasar Produk UKM Bisa Tumbuh Lebih Besar
Jumat, 27 Mei 2016 10:03
JawaPos.com – Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) diminta memperluas basis pemasaran hasil-hasil produksinya. Peluang pemasaran lewat e-commerce bisa jadi pilihan selain memperkuat pemasaran biasa yang telah dilakukan.
CEO & Founder PT ASEAN Bay Indonesia M.Syafiq mendorong pelaku UKM-UKM Indonesia jangan hanya mengandalkan penjualan secara tradisional dalam memasarkan produk-produknya.
Jumat, 20 Mei 2016
Keluarkan Izin Reklamasi, Penggunaan Hak Diskresi Ahok Dikritik KPK
![]() |
JawaPos.com - Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan penggunaan hak diskresi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam pemberian izin
pelaksanaan reklamasi kepada perusahaan pengembang.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penggunaan hak diskresi itu harus sesuai dengan aturan.
"Kalau tidak ada peraturannya berarti
kita tanda tanya besar, dong. Peraturannya harus disiapkan dulu. Kan
diskresi ada rambu-rambunya," kata Agus usai memimpin apel di KPK, Jumat
(20/5).
Trump Sasaran Anak Kandung Konservatif Sendiri
Oleh
Dahlan Iskan
Sebenarnya ada ”partai” baru di
Amerika: kebangkitan rakyat bersatu. Lahir sejak sebelum pemilu yang lalu.
Masih terbilang baru. Untuk ukuran penataan demokrasi di Amerika. Yang sudah berumur
hampir 200 tahun.
Mengapa
disebut kebangkitan rakyat bersatu? Karena orang yang tidak ikut partai pun
kini bisa ikut menentukan politik. Termasuk menentukan siapa yang akan terpilih
jadi presiden.
Labels:
Dahlan Iskan,
Jawapos,
Koran,
Mata Kita
Langganan:
Postingan (Atom)